Bantu Share!!!! Ini Alasan Rakyat Nusantara Dari Hindu Menjadi Islam, Baca Kisah Selangkapnya

.

Bantu Share!!!!  Ini Alasan Rakyat Nusantara Dari Hindu Menjadi Islam, Baca Kisah Selangkapnya

Bantu Share!!!!  Ini Alasan Rakyat Nusantara Dari Hindu Menjadi Islam, Baca Kisah Selangkapnya
Bantu Share!!!!  Ini Alasan Rakyat Nusantara Dari Hindu Menjadi Islam, Baca Kisah Selangkapnya
PORTAL ISLAMI: Terkuak! Rahasia Mengapa Rakyat Nusantara Dari Hindu Jadi Islam, Ternyata Rasulullah Yaitu Nabi yang Dinantikan Beberapa ribu Th. Oleh Umat Hindu. Bantu Berbagi!!
Dalam kitab suci umat Islam sendiri ada ayat-ayat sebagai referensi kalau Nabi Muhammad SAW yaitu seseorang Nabi yang dinanti-nantikan kehadirannya, oleh semuanya umat.

Terkuak! Rahasia Kenapa Rakyat Nusantara Dari Hindu Jadi Islam, Ternyata Rasulullah Yaitu Nabi yang Dinantikan Beberapa ribu Th. Oleh Umat Hindu. Bantu Berbagi!!
  1. Asy-Syu’ara (26) ayat 196 : “Dan sebenarnya Al-Qur’an itu betul-betul (itu) dalam kitab-kitab orang yang terdahulu”. Jadi dalam kitab-kitab sebelumnya Al-Qur’an juga ada wahyu Tuhan
  2. Fatir (35) ayat 24 dinyatakan kalau tak ada satu golongan di saat lantas tanpa ada seseorang pemberi peringatan
  3. Al-Ahzab (33) ayat 40 dinyatakan kalau Muhammad SAW yaitu utusan Tuhan dan yaitu penutup beberapa nabi (utusan paling akhir)
  4. Al-Anbiya (21) ayat 107 dinyatakan kalau Nabi Muhammad SAW tak diutus tetapi untuk semua semesta alam.
  5. Saba’ (34) ayat 28 dinyatakan kalau Tuhan mengutus Muhammad SAW untuk semua umat manusia, pemberi berita senang, dan peringatan bakal dosa, namun umumnya manusia tidak tahu.

Baca juga: Seram, Air Terjun Sembalun Kembali Telan Korban, Berikut Ini Kronologisnya
Dalam hadits Bukhari vol 1. dalam kitab Shalat bab 56 hadits no 429, Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Semua Rasul yang diutus sebelumku cuma berlaku untuk umat/bangsanya saja, namun saya diutus untuk semuanya umat manusia”.

Saat ini bakal kita saksikan dalam kitab suci agama Hindu. Ada banyak kitab dalam agama Hindu yang disadari sebagai kitab suci. Dan yang dikira paling suci yaitu kitab Weda. Bila di antara kitab-kitab itu ada yang bertentangan, jadi yang perlu jadi referensi paling utama yaitu Weda yang juga masihlah terdiri lagi jadi sebagian kitab. Kitab-kitab lain terkecuali Weda yaitu : Upanishad, Smriti, Dharma Sastra, Bhagavat Gita, Puranas, dan sebagainya.

Ayat-ayat ramalan kehadiran Nabi Muhammad SAW :

Dijelaskan dalam Bhavisa Purana – ; dalam Pratisarag Parv III, Khand 3, Adhyay 3, Shalokas 10 to 27 :
“Aryadarma bakal tampak di muka bumi ini. ‘Agama kebenaran’ bakal memimpin dunia ini. Saya diutus oleh Isyparmatma. Dan pengikut saya yaitu orang yang ada di lingkungan itu, yang kepalanya tak dikucir, mereka bakal pelihara jenggot dan bakal dengarkan wahyu, mereka bakal dengarkan panggilan sholat (adzan), mereka bakal mengonsumsi apa sajakah terkecuali daging babi, mereka akan tidak disucikan dengan tanaman semak-semak/umbi-umbian namun mereka bakal suci di medan perang. Meraka bakal di panggil “Musalaman” (penghubung kedamaian). ”

Bila anda baca tulisan di atas dengan baik, jadi anda bakal lihat kalau tanda-tanda dari pengikut agama kebenaran yg dijelaskan yaitu tanda-tanda yang umum ada pada umat Islam.

Dalam Atharvaveda book 20 Hymn 127 Shlokas 1-14 dijelaskan mengenai Kuntupsuktas yang menyaratkan kalau nabi Muhammad SAW bakal tersingkap lalu.

- Mantra 1 menyampaikan : ia bakal dimaksud Narasangsa. “Nars” berarti orang, “sangsa” berarti “yang terpuji”. Jadi Narasangsa berarti : orang yang terpuji. Kata “Muhammad SAW” dalam

bhs arab juga bermakna : orang yang terpuji. Jadi Narasangsa dalam bhs Sansekerta yaitu sama dg Muhammad SAW dalam bhs arab. Jadi Narasangsa yaitu profil yang sama juga dengan Nabi Muhammad SAW. Ia bakal dimaksud “Kaurama” yang dapat bermakna : pangeran kedamaian, serta dapat bermakna : orang yg geser (pindah). Nabi Muhammad SAW yaitu seseorang pangeran kedamaian yang pindah dari Makkah ke Madinah. Ia bakal dilindungi dari musuh yang bakal ditaklukkannya yang sejumlah 60. 090 orang. Jumlah itu yaitu sejumlah masyarakat Makkah pada saat Muhammad SAW hidup yaitu sekitaran 60. 000 orang.

- Mantra 2 menyampaikan : ia yaitu resi yang naik unta. Ini bermakna ia bukanlah seseorang bangsawan India, lantaran disebutkan dalam Mansuriti (11) : 202 menyampaikan kalau Brahma tak bisa menaiki unta atau keledai. Jadi tokoh ini terang tidak dari kelompok Brahmana (pendeta tinggi Hindu), namun seseorang asing.

- Mantra 3 menyampaikan : ia yaitu “Mama Rishi” atau resi agung. Ini pas dengan Nabi agung umat Islam yakni Nabi Muhammad SAW SAW.

- Mantra 4 menyampaikan : ia yaitu Washwereda (Rebb) berarti orang yang terpuji. Nabi Muhammad SAW yang juga di panggil dengan nama Ahmad yaitu bermakna juga “orang yang terpuji” yang terjemahan bhs Sansekerta-nya yaitu Rebb.

Sebagian ramalan yang lain :
- Dalam Atharvaveda book 20 hymn 21 : 6 dinyatakan kalau disana dijelaskan dengan arti : “akkaru” yang berarti : “yang memperoleh pujian”. Dia bakal menaklukkan 10. 000 musuh tanpa ada pertumpahan darah. Hal semacam ini mengacu pada perang Ahzab yang mana Nabi Muhammad SAW menaklukkan musuh yang sejumlah 10. 000 orang tanpa ada pertumpahan darah.

- Dalam Atharvaveda book 20 hymn 21 : 7 dinyatakan kalau Abandu bakal menaklukkan 20 penguasa. Abandu juga bermakna seseorang yatim atau seseorang yang memperoleh pujian. Ini menghadap pada nabi Muhammad SAW yang seseorang yatim mulai sejak lahir serta makna kata Muhammad SAW/Ahmad yang bermakna yang terpuji, yang bakal menaklukkan kepala-suku-suku dari suku-suku di sekitaran Makkah yg sejumlah sekitaran 20 suku.

- Dalam Rigveda book 1 Hymn 53 : 9 nabi di panggil dg sebutan “Suslama” yg berarti lagi-lagi yaitu : orang yg terpuji yg yaitu makna dari nama Muhammad SAW.

- Dalam Samaveda Agni Mantra 64 dinyatakan kalau ia tak disusui oleh ibunya. Hal semacam ini persis dengan Nabi Muhammad SAW yg tidak disusui oleh ibunya namun oleh seseorang wanita bernama Halimah.

- Dalam Samaveda Uttararchika Mantra 1500 dinyatakan kalau Ahmad bakal dianugrahi undang-undang kekal, yang pasti merujuk pada Nabi Muhammad SAW yang bakal dianugrahi kitab suci Al-Qur’an. Namun lantaran orang India yang berbahasa sansekerta tak memahami kata Ahmad, jadi ditranslate jadi “a” dan “mahdi” yakni “saya sendiri”, jadi disimpulkan “saya sendiri yang terima undang-undang abadi”. Walau sebenarnya semestinya “Muhammad SAW sendiri yang dianugrahi undang-undang abadi”.

Nabi Muhammad SAW diramalkan dengan nama Ahmad pada banyak sisi dalam kitab-kitab Weda. Juga diramalkan pada tidak kurang dari 16 tempat yang tidak sama dalam kitab weda dg nama Narasangsa ini berarti sama juga dengan makna dari nama Muhammad SAW, yakni “yang terpuji”.


Sumber:  www.sehat-bahagia.com

0 Response to "Bantu Share!!!! Ini Alasan Rakyat Nusantara Dari Hindu Menjadi Islam, Baca Kisah Selangkapnya"

Post a Comment