Apakah Boleh Suntik Ketika Kita Berpuasa, Berikut Penjelasannya

.

Apakah Boleh Suntik Ketika Kita Berpuasa, Berikut Penjelasannya

Apakah Boleh Suntik Ketika Kita Berpuasa, Berikut Penjelasannya
Apakah Boleh Suntik Ketika Kita Berpuasa, Berikut Penjelasannya
PORTAL ISLAMI: Saat puasa banyak hal yang menjadi larangan. Ada satu hal yang masih belum diketahui sebenarnya haram, makruh atau bolehkah dilakukan saat puasa, yaitu melakukan suntik. Suntikan merupakan memasukkan benda tajam ke dalam tubuh yang bersifat sebagai obat dan berfungsi untuk menyehatkan dan kembali member kebugaran pada tubuh.

Banyak orang yang memiliki pedapat berbeda mengenai hal ini. Jika melakukan suntikan pada tubuh saat puasa tidak membatalkan puasa karena tidak masuk melalui tenggorokan. Hal yang membatalkan puasa salah satunya adalah memasukkan benda, makanan atau minuman dari tenggorokan. Jika suntikan berasal dari jarum tajam yang menancap melalui urat nadi dan kulit, bisa menjadi boleh dan tidak membatalkan puasa.

Suntikan yang berisi cairan yang dilakukan oleh tenaga medis ini merupakan cara agar pasien kembali terlihat sehat dan bugar. Jika cairan yang dimasukkan melalui tubuh terlalu banyak, misalnya melakukan infus, bisa menjadi makruh, bahkan membatalkan puasa. Karena dengan asupan yang masuk ke dalam tubuh akibat infus malah sebenarnya ia sedang tak berpuasa. Puasa merupakan menahannya segala hal yang membatalakan puasa, seperti makan, minum, dan tetap menjadga panca indera mulai terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Sedangkan mereka yng memasang infus untuk menjaga kesehatan selalu memasukkan nutrisi dan supan makanan ke tubuh setiap saat, dan tak menahan dahaga apapun.

Dalam medis, sebenarnya orang yang sakit dan memilih untuk rawat inap dan diinfus di rumah sakit, diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Hal ini dilakukan demi tetap menjaga kesehatanya, dan  hal ini juga diperbolehkan dalam islam. Saat sembuh dari sakit, diwajibkan untuk menggantinya. Jika sudah tak mampu menggantinya, boleh melakukan dengan pembayaran fidiah. Pembayaran fidiah pun dalam hal ini sebaiknya dipahami secara jelas oleh masyarakat. Karena membayar fidiah hanya dilakukan untuk orang yang benar-benar sudah tak mampu melakukan puasa, misalnya telah udzur dan lainnya.
Baca juga: Parah!!!! Ahok Undang Profesor Muslim Untuk Makan Siang di Bulan Ramadan
Memasukkan selang pada tubuh melalui hidung ataupun mulut untuk memberikan asupan makanan juga tidak diperbolehkan dalam berpuasa. Hal ini jelas saja haram, Karena selang yang merupakan asupan makanan untuk pasien telah jelas masuk melalui tenggorokan.

Suntikan melalui kulit dan otot yang berfungsi sebagai anti nyeri dari jenis penyakit tidak akan membatalkan puasa, namun suntikan yang berasal dari pembuluh darah (vena) dan lainnya yang bersifat sebagai pemberi nutrisi, vitamin C, sistem kekebalan tubuh dan infuse adalah haram dan dapat membatalkan puasa.

Hal ini menjadi perbincangan hangat dan sering dirasakan sebagian orang, maka dari itu jangan semerta-merta menganggapnya sebagai hal sepele yang tak ada imbasnya. Jika dikaji lebih dalam mengenai hal-hal yang membatalkan puasa dan berkurangnya pahala puasa akibat hal kecil, banyak orang awam yang belum mengetahui secara jelas, hingga tak jarang mereka tetap melakukan hal tersebut. Mereka hanya dapat menahan haus dan lapar, mereka telah kekurangan pahala akibat hal tersebut.

Jika sakit menyerang, cobalah bersyukur karena sakit yang diberi adalah nikmat dan cara agar orang bisa bersyukur. Jika sakit menghampiri, maka tak jarang orang akan mengeluh karena tak bisa melakukan aktivitas apapun. Sakit yang datang adalah saat orang agar kembali bersyukur atas nikmat yang datang. Dengan sakit anda tidak akan melakukan aktivitas apapun, dan mewajibkan untuk terus istirahat agar setelah pulih akan mendapati tubuh yang kuat dan sehat. Lakukan suntikan yang tidak bersifat memberi asupan pada tubuh, agar puasa anda tidak batal.

http://www.ceritamedan.com/

0 Response to "Apakah Boleh Suntik Ketika Kita Berpuasa, Berikut Penjelasannya"

Post a Comment