2 Pernyataan Para Ulama dan Pemuka lembaga Besar Agama Islam terkait aksi 212 Jilid II

.

Pernyataan para ulama dan Pemuka 2 lembaga Besar Agama Islam terkait aksi 212 Jilid II - Aksi 212 Jilid II telah dilaksanakan pagi tadi. Para pemuka agama Islam dan Lembaga-lembaga Islam telah menyampaikan imbauan soal aksi ini.

Bahkan GNPF MUI dan FPI yang semula menjadi motor dari aksi-aksi serupa sebelumnya juga telah mengeluarkan imbauan kepada peserta aksi. Ketua Umum Lembaga MUI sendiri juga telah memberikan pernyataan.

Polri telah mengimbau peserta demonstrasi 21 Februari atau aksi 212 berjalan tertib. Koordinator aksi juga memastikan peserta ikut menjaga keamanan saat menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPR/MPR.

Aksi ini berpusat di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta. Para peserta aksi akan shalat subuh berjamaah di masjid-masjid sekitar lokasi.

Mereka menyampaikan tuntutan, agar pemerintah memberhentikan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari jabatan Gubernur DKI Jakarta, karena Ahok sudah menjadi terdakwa kasus penodaan agama.
Selain itu, mereka juga menyerukan penghentian kriminalisasi para ulama, serta menghentikan penangkapan mahasiswa. Aspirasi ini disampaikan kepada perwakilan DPR.

Berikut pernyataan para ulama dan Pemuka lembaga Agama Islam terkait aksi 212 Jilid II ini:

1. Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) dan FPI pada awalnya memang dikenal sebagai motor aksi-aksi di Jakarta akhir-akhir ini. Namun pada kali ini mereka tidak ikut.

Melalui pengacara GNPF-MUI dan FPI, Kapitra Ampera, mereka telah mengimbau agar peserta aksi tak mengenakan atribut FPI dan GNPR-MUI. Bila ada yang membawa atribut, maka peserta harus bertingkah laku damai.

"Kita meminta agar menjaga atribut aksi yang selama ini damai. Kita juga sudah punya identitas sendiri kalau umat Islam turun, damai. Kalau umat Islam yang turun, gotong royong. Kalau umat aksi, maka kebersihan harus dijaga. Dan kembali lagi ke tempat masing-masing dengan bersih dan damai," ujar Kapitra di Masjid Al Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (19/2/2017) lalu.

2. FUI: Ini Aksi Damai

Forum Umat Islam (FUI) adalah pemimpin aksi 212 Jilid II. Mereka menegaskan bahwa aksi ini merupakan aksi damai.
"Sekali lagi Forum Umat Islam sebagai penanggung jawab acara 212 tidak bertanggung jawab terhadap apa-apa yang sudah muncul dan ini sebagai klarifikasi kami dari Forum Umat Islam bahwa aksi kita ini adalah aksi damai dan tidak benar kalau kita akan menduduki atau menguasai gedung DPR/MPR," kata Koordinator Aksi 212 ustaz Bernard Abdul Jabbar saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman Kavling 55 Jakarta, Senin (20/2/2017) kemarin.

FUI meminta agar aparat Kepolisian Daerah Metro Jaya melakukan tindakan tegas apabila ada peserta yang mengacau aksi tersebut. FUI juga bahkan melarang peserta aksi memanjat pagar pembatas tol di depan gedung DPR yang akan menjadi sasaran aksi 212.

"Kalau FUI tidak biasa merusak, justru peserta aksi akan menjaga ketertiban umum. Bahkan, bila nanti busway akan kita buka, dan tidak kita isi. Dan kita menghimbau, tidak boleh naik ke atas pagar tol, kita juga sudah melarangnya," ujar Bernard.

0 Response to "2 Pernyataan Para Ulama dan Pemuka lembaga Besar Agama Islam terkait aksi 212 Jilid II"

Post a Comment