Penjelasan Singkat Tentang Menqadha Shalat Fardhu Berdasarkan Hadits HR Bukhari Muslim

.

 
Penjelasan Singkat Tentang Menqadha Shalat Fardhu Berdasarkan Hadits HR Bukhari Muslim  - Mengqadha shalat yang ditinggalkan hukumnya itu wajib, baik karena alasannya lupa, lalai atau pun tertidur sehingga waktu shalat terlewat.

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ : مَنْ نَامَ عَنْ صَلَاةٍ أَوْ مَنْ نَسِيَهَا فَلْيُصَلِّ إِذَا ذَكَرَهَا (رواه الشيخان)

Rasulallah saw bersabda: “Barang Siapa yang tertidur atau lupa shalat, maka shalatlah ketika ingat” (HR Bukhari Muslim).

Di Dalam hadits lainya:

عَنْ عِمْرَانَ ابْنِ حُصَيْن رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : كُنَّا فِي سَفَرٍ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَإِنَّا أَسْرَيْنَا حَتَّى كُنَّا فِي آخِرِ اللَّيْلِ وَقَعْنَا وَقْعَةً وَلَا وَقْعَةَ أَحْلَى عِنْدَ الْمُسَافِرِ مِنْهَا فَمَا أَيْقَظَنَا إِلَّا حَرُّ الشَّمْسِ وَكَانَ أَوَّلَ مَنْ اسْتَيْقَظَ فُلَانٌ ثُمَّ فُلَانٌ ثُمَّ فُلَانٌ، يُسَمِّيهِمْ أَبُو رَجَاءٍ فَنَسِيَ عَوْفٌ ثُمَّ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ الرَّابِعُ، وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا نَامَ لَمْ يُوقَظْ حَتَّى يَكُونَ هُوَ يَسْتَيْقِظُ لِأَنَّا لَا نَدْرِي مَا يَحْدُثُ لَهُ فِي نَوْمِهِ، فَلَمَّا اسْتَيْقَظَ عُمَرُ وَرَأَى مَا أَصَابَ النَّاسَ وَكَانَ رَجُلًا جَلِيدًا فَكَبَّرَ وَرَفَعَ صَوْتَهُ بِالتَّكْبِيرِ فَمَا زَالَ يُكَبِّرُ وَيَرْفَعُ صَوْتَهُ بِالتَّكْبِيرِ حَتَّى اسْتَيْقَظَ بِصَوْتِهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَلَمَّا اسْتَيْقَظَ شَكَوْا إِلَيْهِ الَّذِي أَصَابَهُمْ، قَالَ: (لَا ضَيْرَ -أَوْ لَا يَضِيرُ- ارْتَحِلُوا)، فَارْتَحَلَ فَسَارَ غَيْرَ بَعِيدٍ ثُمَّ نَزَلَ فَدَعَا بِالْوَضُوءِ فَتَوَضَّأَ وَنُودِيَ بِالصَّلَاةِ فَصَلَّى بِالنَّاس، (رواه الشيخان)

Dari Imran bin Hushain ra, ia berkata: “Pernah kami pada suatu perjalanan bersama dengan Nabi saw dan kami berjalan di malam hari sehingga larut malam. Lalu kami tidur dan tidak ada tidur yang lebih nyenyak dari itu bagi orang musafir, dan tidak ada yang membangunkan kami selain panasnya matahari.

Orang yang pertama bangun ialah Fulan, lalu kemudian Fulan, dan kemudian Fulan (nama-nama orang itu ada disebutkan oleh Abu Raja’ yang menerima hadits ini dari ‘Imran, tetapi ‘Auf yang menerima hadits ini dari Abu Raja’ telah lupa), Lalu setelah itu Umar bin Khathab orang yang keempat bangun.



Baca Juga: 3 Tanda Orang Riya

Nabi saw apabila beliau sedang tidur lalu tidak dibangunkan sampai beliau bangun dengan sendirinya, kamipun tidak tahu apa yang sedang terjadi dalam tidurnya. Setelah umar terbangun dan dilihatnya apa yang terjadi pada orang banyak (mereka masih tidur sementara matahari telah tinggi) maka umar yang berkepribadian cukup keras lalu bertakbir dan dikeraskannya suaranya membaca takbir itu sehingga membangunkan Nabi Saw;

Setelah Nabi SAW bangun, mereka mengadukan kepada Nabi hal kesiangan mereka; Lalu Jawab Nabi saw: tidak mengapa, mari kita berangkat! lalu Nabi pun berangkat dan setelah berjalan tidak seberapa jauh, lalu Nabi berhenti dan meminta air untuk berwudhu, lalu Nabi berwudhu’ dan yang bersama Nabi Pun semuanya dipanggil untuk sholat, maka sholatlah Nabi bersama mereka (HR. Al-Bukhari Muslim)

Sekian Penjelasan Singkat Tentang Menqadha Shalat Fardhu Berdasarkan Hadits HR Bukhari Muslim, Semoga kita semua terhindar dari godaan syaitan yang ingin kita meninggalkan shalat.

0 Response to "Penjelasan Singkat Tentang Menqadha Shalat Fardhu Berdasarkan Hadits HR Bukhari Muslim "

Post a Comment