Sejarah Walisongo

.

Sejarah Ajaran Islam Menurut Walisongo Yang Masih Kontrovesia , Sejarah 9 Wali Songo Indonesia


Walisongo menyebarkan agama Islam di indonesia meniru dan meneladani apa yang dahulu telah di lakukan oleh Rasulullah SAW. Benar-benar sama persis dan tidak menyimpang dari ajaranNYA, oleh sebab itu semua orang sangat segan dan mengikuti semua tauladannya. Dahulu Nabi Muhammad SAW adalah satu-satunya orang yang berada di jalan yang benar, seluruh umat percaya bahwa walisongo juga patut untuk di percaya sebab segala sesuatu yang di lakukan oleh Nabi Muhammad SAW juga di lakukan oleh walisongo. Walisongo tidak hanya menjadi guru orang-orang beragama Islam, walisongo memiliki akhlak yang baik dan mulia pada siapa saja tanpa memandang unsur keagamaan. Karena kelembutan dakwah sunan tersebut masyarakat yang tidak beragama Islam pun turut bergotong royong ketika para sunan dan murid-muridnya melakukan ibadah qurban.

Gaya berdakwah para anggota walisongo sangat mirip dengan gaya dakwah kanjeng Nabi, hal tersebut terjadi karena ada manual book cara berdakwah yaitu Surat An-Nahl ayat ke-125. Ud’u ilaa sabiili Rabbika bilhikmati walmau’izhatil hasanati wajaadilhum billatii hiya ahsan. Inna Rabbaka Huwa a’lamu biman dhalla ‘an sabiilihi wa Huwa a’alamu bilmuhtadiin. Terjemahannya kira-kira; Ajaklah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasehat yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalanNya dan Dialah yang lebih mengetahui mereka yang mendapat petunjuk. Dakwah artinya adalah “mengajak” bukan perintah, jadi walisongo berdakwah dengan tujuan mengajak umatnya agar semakin dekat kepada Nabi Muhammad SAW. 

Walisongo di kenal sebagai penyebar agama islam di tanah Jawa pada abad ke 14, mereka tinggal di tiga wilayah penting pantai utara pulau jawa. Yaitu Surabaya-Gresik-Lamongan-Tuban (Jawa Timur), Demak-Kudus-Muria ( Jawa Tengah) dan cirebon di Jawa Barat. Tentu banyak tokoh lain yang berperan namun peranan mereka yang memeberi pengaruh besar dan berkembang pesat.  Kebudayaan masyarakat luas serta dakwah secara langsung, membuat para walisongo ini lebih banyak di kenal di banding yang lain. Bentuk penyebaran yang di lakukan walisongo adalah dengan cara:

a. Perdagangan
Perdagangan merupakan salah satu penyebaran umat islam di nusantara ini, pedagang islam menjual karyanya kepada orang lain ataupun pedagang lain. Sehingga dari situ terjalin suatau komunikasi dan berbagi cerita mengenai agama Islam.

b. Pendidikan
Walisongo mendirikan suatu pondok atau yang sering disebut dengan pesantren, pesantren ini merupakan tempat yang memang sengaja di gunakan sebagai pusatnya perguruan agama Islam. perguruan ini bertujuan mendidik para santri dari berbagai daerah, yang nantinya ketika mereka sudah lulus mereka akan turut serta menyebarkan ajaran agama Islam yang telah ia dapatkan selama ia berada di dalam pesantren tersebut.

c. Pernikahan
jika seseorang yang beragama lain menikah dengan agama islam maka agama lain tersebut harus masuk islam, misalkan seorang pria dari Arab dan ia merupakan Raja menikah dengan wanita Indonesia yang beragama islam, maka raja tersebut harus masuk islam, dan ketika seorang Raja masuk islam otomatis prajuritnya juga akan mengikutinya. Jadi penyebaran agama Islam akan berkembang lebih cepat.

d.  Dakwah
Melalui dakwah-dakwahnya walisongo berhasil membuat orang-orang percaya, dan mau mengikuti ajarannya, sebab apa yang di dakwahkan oleh walisongo seturut dengan yang di ajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Selain itu walisongo juga berhasil membawa kebudayaan agama Islam masuk dan tertanam di hati umat manusia.

0 Response to "Sejarah Walisongo"

Post a Comment