Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ini 4 Tanda Meninggal dalam Keadaan Husnul Khatimah

Husnul khatimah artinya akhir yang baik. Meninggal dalam keadaan yang baik atau husnul khatimah adalah harapan setiap Muslim.  Tak ada satu pun hamba yang tahu apakah dirinya akan meninggal husnul khatimah atau tidak. Tapi, manusia bisa memohon kepada Allah dengan bertakwa kepada-Nya.

meninggal husnul khotimah

"Seseorang yang meninggal dunia dalam keadaan baik (husnul khatimah) biasanya mereka adalah orang yang selalu bertakwa kepada Allah SWT," kata Ketua Ikatan Sarjana Quran dan Hadits Indonesia, Ustadz Fauzan Amin

Namun perlu diketahui, ada beberapa tanda meninggal dalam keadaan husnul khatimah, yakni bagi seseorang yang dijelaskan dalam hadits Nabi yaitu sebagai berikut:

1. Mengakhiri hidup dengan ucapan tahlil. Baik diucapkan langsung melalui lisan atau cukup melalui detak jantung.

Dari Mu'adz bin jabal, Nabi Muhammad bersabda,
مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ دَخَلَ الجَنَّةَ
Artinya:“Barang siapa yang akhir perkataannya adalah kalimat ‘laa ilaha illallah’ (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah), maka dia akan masuk surga.” (HR. Abu Daud).

2. Meninggal di Hari Jumat

Dari abdullah bin ‘Amr, Rasulullah SAW bersabda:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلَّا وَقَاهُ اللَّهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ
Artinya:“Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jumat atau malam Jumat, melainkan Allah akan menjaganya dari fitnah (siksa) kubur.” (HR. Ahmad). “Walaupun sebagian ulama menyebut hadis ini dho'if setidak bisa jadi sumber informasi agar kita termotivasi menjadi orang saleh,” tutur Fauzan.

3. Mati Berkeringat

Dari Buraidah bin Al-Hashib RA, Rasulullah SAW bersabda,
مَوْتُ المُؤْمِنِ بِعِرْقِ الجَبِيْن
Artinya:“Kematian seorang mukmin dengan keringat di kening.” (HR. Tirmidzi).

4. Mati syahid

Kategori mati syahid sebagai berikut
Jabir bin ‘Atik RA, Nabi SAW bersabda:
الشَّهَادَةُ سَبْعٌ سِوَى الْقَتْلِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ الْمَطْعُونُ شَهِيدٌ وَالْغَرِقُ شَهِيدٌ وَصَاحِبُ ذَاتِ الْجَنْبِ شَهِيدٌ وَالْمَبْطُونُ شَهِيدٌ وَصَاحِبُ الْحَرِيقِ شَهِيدٌ وَالَّذِى يَمُوتُ تَحْتَ الْهَدْمِ شَهِيدٌ وَالْمَرْأَةُ تَمُوتُ بِجُمْعٍ شَهِيدٌ
Artinya:“Orang-orang yang mati syahid yang selain terbunuh di jalan Allah ‘azza wa jalla itu ada tujuh orang, yaitu korban wabah adalah syahid; mati tenggelam (ketika melakukan safar dalam rangka ketaatan) adalah syahid; yang punya luka pada lambung lalu mati, matinya adalah syahid; mati karena penyakit perut adalah syahid; korban kebakaran adalah syahid; yang mati tertimpa reruntuhan adalah syahid; dan seorang wanita yang meninggal karena melahirkan adalah syahid.” (HR. Abu Daud).