Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Kisah Nyata! Surgaku Hancur Karena Ulahku, Aku Selingkuh

Cerita Selingkuh - Persis disebelah saya, duduk seorang kakek paruh baya dengan tubuh tinggi dan dada yang terlihat masih membidang. Seperti biasa, cara menyapa yang paling simple dan praktis adalah senyum, saya pun menyunggingkan senyum ke bapak tersebut. Monggo ndok.. (sambil menyilakan saya duduk dikursi panjang tempat antrian tersebut).

cerita suami ketahuan selingkuh

Kuliah dimana ndok (sambung beliau lagi), di UNISMA pak jawabku. Oo deket nggih (kebetulan UNISMA dekat mall dan pasar) lalu beliaupun menyebutkan satu persatu pendiri yayasan UNISMA yg saya sendiripun tidak mengetahuinya, (sambil mengangguk) nggih pak.. Kulo mboten ngertos, Masih baru pak jawabku.

Sampai seterusnya, beliau menanyakan asal saya yang tebakan beliau adalah orang lumajang (jawa timur juga). Saya orang Aceh pak (dalam hati). Sampailah pada kisah sedih hidup beliau, beliau menceritakan dalam bahasa jawa yg dicampur indonesia.

"Dulu.. Saya punya anak perempuan, cantik sekali.. Ayu, sabar dan gigih persis ibuknya, dia pintar, selalu juara kelas, kuliah dengan beasiswa, saya dan istri sayapun sangat bangga. Waktu itu saya seorang PNS, hidup kami sejahtera nak, sejahtera sekali, saya dan istri selalu menjalin hubungan dengan baik dalam mendidik anak, istri saya begitu penyabar.

Namun.. Seketika kebersamaan itu hilang dalam sekejap, karena ulah dan perbuatan saya, saya kehilangan harta, keluarga, istri dan anak perempuan saya satu-satunya. Waktu itu bapak (sambil memegang dadanya dan menatap keatas dengan mata berkaca-kaca) dipindah tugaskan kekota lain (kantor kedinasan) yang selama enam bulan pertama tidak pernah pulang, dikarenakan terlalu sibuk, sampai pada akhirnya 2 tahun tugas itu selesai.

Bapak kembali kerumah, kekeluarga yang selalu menantikan bapak untuk pulang, waktu itu anak bapak yang perempuan sedang melanjutkan s1 nya di Jakarta, beasiswa full dari pemerintah, alhamdulillah sekali.

Mulai saat itu, sejak pindah kota kembali ke daerah asal tinggal bersama istri, saya selalu marah, semua pekerjaan istri salah, setiap malam selalu bilang ada pekerjaan tambahan, istri saya pun percaya dan yakin, setiap pagi dia selalu melayani saya selayaknya istri dan suami bahagia.

Tapi tak sedikitpun membuat saya bisa seperti dulu lagi, alasannya sejak saya dipindahkan kekota lain dua tahun yang lalu, saya ditawari banyak perempuan nak oleh teman saya, katanya sebagai penghibur, awalnya saya menolak, namun saya goyah, saya mulai gila dengan perempuan diluar sana, saya melupakan kodrat saya sebagai seorang suami yg harus menafkahi dan mengayomi istri dan anak, saya sibuk dengan dunia luar, tergila-gila memacari perempuan diluar sana yang dengannya keluarga saya hancur.

Sampai akhirnya istri saya mencurigai saya, melihat hp saya yg terus berdering, bahkan kekamar mandipun saya membawanya, setiap malam saya begadang, telponan dan senang-

senang dengan wanita ini, tanpa saya sadari ada hati dan harapan yang hancur disisi lain yaitu istri saya.. Sampai anak perempuan saya mengetahui semuanya.

Iapun mulai mencari tahu langsung kepada saya, namun saya dengan begitu jahatnya meyakinkan anak perempuan saya bahwa semua itu salah. Terlihat anak perempuan saya percaya.

Hari demi hari terus berjalan, bahkan tiada hari tanpa perdebatan diantara saya dan istri, bahkan dengan tega saya memukul istri, anak perempuan saya pun mulai resah dengan kehancuran keluarganya.

Dia bingung, sejak itu, prestasinya dikampus menurun, beasiswanya dicabut, sampai anak perempuan saya depresi berat. Sampai akhirnya adik kandung saya yg ada dijakarta mengabarkan dengan penuh luka, anak saya mati gantung diri.

Saya mengetahui kesalahan terbesar saya adalah karena mendiang anak perempuan saya menuliskan sakitnya ia kehilangan kasih dan perhatian dari orang tua, cinta mama yg dikhianati, dan racun yg ia (papa) beri untuk anak perempuan yang saat ini sendiri itu kata pertama dari cerita panjang yg ia tulis didiarinya.

Begitu sakit nak, sakit sekali rasanya, saya hancur benar-benar hancur anak yang saya harapkan mengangkat derajat saya telah saya matikan harapan bahkan hidupnya oleh ulah saya sendiri. Seperti kata guru saya dulu, awal kita bangun surga (rumah tangga) berkomitmen dan menjalani semua dengan berdua, selalu mencari dan meraih ridha Allah bersama, namun kenapa begitu tega kita hancurkan semuanya dengan cara yang nista.

Sekalipun kau nikahi perempuan seisi dunia ini, kamu tidak akan pernah puas, karena yg kau kedepankan adalah nafsu. Ingat nak, perempuan itu adalah pakaiannya suami, berbaktilah. Doakan agar Allah selalu menjaga bahtera yang kita bangun.

Dan bagi laki-laki, perempuan yg kau nikahi itu adalah perempuan yang rela meninggalkan segala kemewahan hidupnya bersama dengan orang tuanya demi hidup susah bersamamu, dan rela tubuh indahnya melar demi mengandung anakmu, begitu sakit, begitu sakit menjadi seorang perempuan yang cintanya dikhianati lelakinya.

Astaghfirullah.. Begitu banyak dosa saya kepada mendiang istri saya (sambil menunduk dan mengusap airmatanya) semoga Allah menempatkan ia disurga_Nya Aamiin.

Innalillahi wainna ilaihi raji'un, Aamin yaa rabbal 'aalamiin (saya merunduk, dengan mata yang hampir basah, karena malu terlihat orang jadi ditahan). Saya mengusap mata, tak tega rasanya melanjutkan beliau bercerita, takut mengingat betapa luka yg telah ia cipta.

Kemudian beliau menasehati saya:

"Ndok, ingat nggih.. Anak adalah jembatannya orang tua, jadilah anak yang pundaknya kuat agar ibu dan saudara-saudarimu bersandar padanya"

Saya mengangguk, dan mengucap syukur begitu dalam, sebab Allah masih memberikan saya keluarga yang selalu dirahmati-Nya.

Aamiin yaa Allah.

Sumber