Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Alasan Kenapa Israel Bersikeras Rebut Tanah Palestina Menurut Ustaz Abdul Somad, Padahal Tandus

palestina vs israel
konflik israel palestina

Alasan sebenarnya kenapa Israel mati-matian rebut tanah Palestina menurut Ustaz Abdul Somad. Palestina juga mati-matian bertahan.

Perang antara Palestina dan Israel semakin berkecamuk beberapa hari terkahir, bahkan menjelang lebaran Idul Fitri.

Sudah banyak korban berguguran termasuk anggota militan Hamas yakni organisasi militer Islam di Palestina yang menjaga jalur Gaza.

Warga Palestina pun harus beribadah di Masjid Al-Aqsa dengan rasa was-was dan tidak nyaman lantaran serangan yang dilakukan oleh Israel.

Dikutip melalui Wikipedia, konflik antara Palestina dan Israel bermula adanya pendirian 'tanah air ' bagi kaum Israel di Palestina yakni di akhir abad ke-19 tahun 1920.

Namun, Revolusi Arab dipimpin Amin Al-Husseini. Tak kurang dari 5.000 warga Arab terbunuh. Sebagian besar oleh Inggris.

Ratusan orang Yahudi juga tewas.

Husseini terbang ke Irak, kemudian ke wilayah Jerman, yang ketika itu dalam pemerintahan Nazi.

Secara sepihak Israel mengumumkan diri sebagai negara Yahudi.

Inggris hengkang dari Palestina.

Mesir, Suriah, Irak, Libanon, Yordania, dan Arab Saudi menabuh genderang perang melawan Israel.

Kemudian, konflik terjadi hingga saat ini.

Namun, sejumlah pertanyaan pun meyeruak, kenapa Israel ingin mengambil tanah Palestina?

Sebagaimana dikutip Tribunnewsmaker.com dari Sripoku Kenapa Israel Bersikeras Ingin Mengambil Tanah Palestina? Begini Alasan Kuat kata Ustaz Abdul Somad, berikut ulasan selengkapnya disampaikan Ustaz Abdul Somad melalui kanal YouTube religiOne.

"Orang berpikir heran apa yang mereka kejar ke Palestina?

Andai ada orang ingin merebut Irak masuk akal karena banyak sumber-sumber minyak.

Andai ada ekspansi masuk ke Kuwait masuk akal karena ekspor minyak di Kuwait banyak.

Kenapa kembali ke Palestina? Ada apa? Tanah yang tandus, tanah yang kering kerontang," jelas Ustaz Abdul Somad.

"Mereka ingin membuat sebuah negara dengan keyakinan akan turun Mesias sang juru selamat yang dijanjikan oleh Tuhan dengan syarat orang-orang Yahudi musti kembali ke negeri yang dijanjikan Tuhan," tambahnya.

"Yang kedua Mesias sedang menunggu, Mesias melihat ke bawah, kalo dia tengok ke bawah masih banyak gurun pasir dia tidak mau turun, dia ingin melihat hijau, kalau sudah dibentang karpet hijau baru dia turun ke bawah," lanjut Ustaz Abdul Somad.

"Maka yang dimaksud dengan hijau itu adalah ditanami tanaman-tanaman hijau, penghijauan yang luar biasa," imbuhnya.

Dan ketika Israel masuk ke Palestina, mereka ambil tanah itu, mereka hancurkan rumah orang Islam, mereka buat tembok panjang penjara terbesar dan terpanjang di dunia adalah Palestina.

Mereka kurung orang Palestina, mereka buat tembok beton yang tinggi, panjangnya 700 kilometer lebih.

"Bayangkan umat Islam terisolir dan mereka tanami hijau-hijau, makanya Allah berkuasa, Allah mau tunjukkan kuasa, lalu Allah buat tanaman hijau itu menyala, Allah mau tunjukkan kuasa-Nya, kalian tidak mau tolong Palestina, Aku yang akan menolongnya," jelas Ustaz Abdul Somad.

Tanaman hijau yang mereka tanam itu tidak ada yang bisa mematikannya sampai-sampai reporter atau wartawan Amerika mengatakan tidak ada yang bisa mematikan kebakaran ini kecuali Tuhan, karena dia yang membakarnya.

Lantas, tanaman apa yang mereka tanam?

Persis yang dikatakan Nabi Sholallahu'alaihiwasallam yakni pohon gharqad, bentuknya seperti pinus, tinggi, memanjang, lalu kemudian kalo dia bersembunyi di belakang pokok kayu, pokok kayu akan berkata ini Yahudi di belakangku, bunuhlah," terangnya.

Lebi lanjut, lalu bersembunyi ia di belakang batu, batu akan berkata ini ada Yahudi bunuhlah, tapi kata Nabi ada satu pohon yang tidak mau menunjukkannya, ini pohon mereka kata Nabi, apa itu? Sajaratul Gharqad atau pohon Gharqad.

"Subhanallah, Masya Allah apa yang dikatakan Nabi dulu terwujud sekarang, mereka tanama pohon Gharqad ini sebanyak-banyaknya," ujar Ustaz Abdul Somad.

Diceritakan oleh Ustaz Abdul Somad ketika ia sampai di Raffah, Mesir.

Sampai di perbatasan Mesir dan Palestina ada suatu kota bernama Raffah.

Raffah dibagi dua yakni Raffah di Palestina dan Raffa di Mesir.

Di tengah kota Raffah di perbatasan ada kawat duri panjang yang dipasang dengan listrik bertegangan tinggi, siapa saja yang menyentuhnya akan terbakar mati.

Tak ada orang yang berani mendekat, tetapi kawat-kawat duri itu kita bisa melihat rumah-rumah saudara kita di Palestian dan nampak hijau.

Lalu gaet menunjuk dan bertanya ke kami, coba tengok pohon yang hijau itu, pohon apa itu?

Pohon apa ya? Itulah pohon Gharqaad yang dikatakan Nabi Sholallahu'alaihiwasallam.

Mereka tanam sebanyak-banyaknya karena mereka meyakini bahwa Mesias akan mau turun kalau sudah dia tengok hijau.

Kapan Mesias akan turun?

Mesias akan turun kalau Babilonia dibantai terus.

Makanya mereka punya program bantai terus Babilonia, hancurkan Babilonia, mereka marah dengan Babilonia, karena raja Babilonia pernah menghancurkan kekuasaan mereka.

Raja Babilonia yang mereka maksud adalah Nebukadnezar yang menghancurkan kerajaan nenek moyang mereka.

Mereka punya dendam kesumat yang luar biasa, ini merupakan salah satu sifat Yahudi punya dendam kesumat setengah mati walaupun sudah terjadi ratusan bahkan ribuan tahun lalu.

Tetap anak cucunya dendam, hantam Babilonia, hantam Babilonia, negerinya Nebukadnezar, anak cucunya musti diancurkan.

Mana Babilonia itu? Babilonia adalah Irak.

Makanya setiap naik presiden Amerika yang didukung oleh Yahudi, mereka akan membantai Babilonia.

Lalu apa maknanya? Mereka membantai Babilonia, lalu orang mengatakan ini kan ekspansi politik, ini kan karena sumur minyak, ada betulnya.

Tapi lebih dari itu mereka memiliki keyakinan yang luar biasa bahwa Mesias akan datang kalau Babilonia dihancurkan.

"Jangan sampai dikatakan Palestina bukan urusan kita, ini kan masalah politik, Indonesia ya Indonesia, Palestina ya Palestina," ujar Ustaz Abdul Somad.

"Antum tidak mengerti masalah dunia, Palestina adalah masalah umat Islam, Maha suci Allah yang sudah memperjalankan hamba-Nya dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa," tambahnya.

"Tertulis dalam kitab suci kita, bahwa kita punya ikatan emosional kenapa kita tidak yakin itu?," tuturnya.

"Yahudi ajarannya dibuat-buat, ajarannya mitos, tapi mereka punya keyakinan yang luar biasa mereka rebut negeri itu, mereka kuasai, mereka hancurkan negeri musuh, atas dasar apa?

Keyakinan bahwa Mesias akan datang," terangnya.

Apa yang mereka lakukan untuk Palestina?

Mereka meyakini ada kuil Raja Sulaiman dan letaknya pas di bawah Masjidil Aqsa, apa maknanya?

Mereka mengeruk setiap hari dengan buldoser, traktor, eskavator terus mengeruk sekeliling Masjidil Aqsa.

Mereka ingin meruntuhkan Masjidil Aqsa.

Mereka sudah buatkan rumah kecil replikanya, artinya apa?

Mereka ingin menghancurkan Masjidil Aqsa berkeping sampai akhirnya disitulah nanti kemarahan umat Islam.

Akan ada sekelompok umatKu yang memperjuangkan agamaKu kata Allah Subhanahuwata'ala.

Turunnya Mesias

Akan turun Mesias ketika terjadi perang besar.

Sebetulnya dalam agama Islam sudah dituliskan yang dimaksud dengan Mesias itu siapa.

Kata Imam Al-Hafiz ibnu Hajar al-Askolani dalam fathul bari yang dimaksud dengan yang dinanti-nanti mereka itu adalah Dajjal.

Dajjal itulah sesungguhnya yang sedang mereka nanti.

Ada 70 ribu Yahudi yang ada di belakang Dajjal, ketika dia turun nanti.

Dajjal itulah yang sedang mereka tunggu dan nanti-nantikan.

Mereka yakin Dajjal akan datang, itulah pemimpin kami, itulah Tuhan kami, itulah jelmaan yang akan menghancurkan dunia, yang akan menjadi panutan kami.

"Kita pun berkata itu musuh kami, tapi kita ragu, oleh sebab itu kita minta ampun kepada Allah atas kurangnya iman kita," jelas Ustaz Abdul Somad.

"Lantas kenapa Allah tidak datang menolong? katanya Dia Maha Kuasa? cukup teriakkan saja Malaikatnya satu berteiak, pecah gendang telinga Yahudi, mati.

Cukup Dia tiupkan angin sejuk, mati, kenapa tidak Dia matikan saja Yahudi itu?," tutur Ustaz Abdul Somad.

"Datang Syekh Muhammad Jibril, Dosen Tafsir Al-Azhar, lalu saya tanya kenapa Allah tidak membinasakan kaum Israel? Senyum dia, apa kata dia? Seandainya Allah membinsakan Israel, lalu apa yang tersisa untukmu?," terangnya.