Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bangga dan Cinta Pada Jokowi, Yusuf Mansur: Saya Tak Pernah Menjilat

ustadz yusuf mansur bangga pada jokowi

Presiden Joko Widodo mendapat pujian dari Ustaz Yusuf Mansur, pujian itu disampaikannya lewat laman pribadinya yang berjudul 'Jokowi Memang yang Terbaik Luar Biasa Pencapaiannya' yang dikutip Republika pada Rabu (2/6).

"Pandangan bahwa saya menjilat, ga ada di kamus saya. Tapi terserah yang mandang jika menganggap demikian juga nyatanya saya ga pernah ngejilat-jilat. Saya punya harga diri, ga minta-minta dan justru ngajar kemandirian, iman juga tauhid, serta giving alias sedekah. Begitu-begitu. By the way, makasih ya, semua kawan-kawan yang sudah berinteraksi dengan saya di semua media sosial saya. Twitter @Yusuf_Mansur, Instagram @yusufmansurnew juga Facebook Yusuf Mansur (Official)," kata UYM dalam laman pribadinya.

"Demen banget dialog sama kawan-kawan, meski saya ga kenal sama siapa saya jawab-jawab, hehehe. Seru aja. Kayak keluarga. Kayak temen lama. Sohib. Wis. Jangan ragu-ragu nyerang saya. Benar-benar jangan ragu-ragu. Semua saya jadikan bahan introspeksi juga kesaksian masa depan. Bismillaah. Feel free yaaa," kata UYM menambahkan.

Dia menyebut, Jokowi merupakan presiden terbaik. Pencapaian Jokowi juga luar biasa. "Bahwa ada kekurangannya, ya namanya juga manusia. Doain Pak Jokowi. Agar bisa jadi presiden yang baik, pemimpin yang baik. Dijauhkan dari segala sifat yang jelek. Izinkan saya mencintainya tanpa pamrih. Maaf yaaaa," ujar UYM.

"Asli nih. Titip doa buat Pak Jokowi. Pembangunan biar rata ujung ke ujung. Berikutnya pembangunan sumber daya manusia. Pembangunan manusia. Revolusi mental. Bangga bener saya sama beliau. Top. Alhamdulillaah," kata UYM.

Dia menuturkan, selalu menempel Jokowi dan membacakan shalawat, surat Al Fatihah, dan doa, termasuk Wapres Kiai Ma’ruf Amin. "Plus semua pemimpin di pusat dan daerah. Semuanya. Kesebut. Sebaik-baiknya, emang kita kirim doa. Karena doa bakal balik juga ke kita," kata UYM.

Dia meminta maaf kepada mereka yang tak berkenan terkait pujiannya kepada Jokowi. UYM mengaku, pribadinya tetap begini dan tidak berubah.

"Dari dulu sampai dengan sekarang juga… Mangga… Bahwa ada perubahan, biasanya sebab ada info-info baru, ilmu-ilmu baru, pengalaman-pengalaman baru. Tentang Pak Jokowi, saya sekali lagi bilang, di hari ini, di sini, saya mencintainya. Karenanya saya mendoakannya. Pak Jokowi memang yang terbaik luar biasa pencapaiannya," kata pimpinan Ponpes Daarul Qur'an tersebut.

Di akhir catatan pribadinya, UYM memuji sejak Jokowi menjadi presiden, pembangunan terjadi di berbagai daerah. UYM mengajak masyarakat untuk mendoakan Jokowi.

"Pembangunan juga di mana-mana. Ya saya bisa salah menilai. Tapi banyak yang merasakan… Sekali lagi, jika ada kekurangan… Maka kekurangan itu kita bawa dalam doa. Doain beliau dan pemerintahan sekarang. Doa kembali ke kita kok. Bismillaah. walhamdulillaah," kata UYM.

Sebelumnya, di Twitter viral video lama UYM kala mengkritik pemerintah era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang gemar menambah utang. Dia mengaku, sangat benci dengan utang yang terus bertambah. UYM pun merespon video tersebut dengan meminta maaf, karena dulu masih bocah. ***

Sumber: Republika.co.id