Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengakuan Mengejutkan Mantan Pilot Militer AU Israel: Kamilah Teroris Sebenarnya

 Seorang mantan pilot Angkatan Udara Israel bernama Yonatan Shapira, mengatakan bahwa pemerintah dan tentara Israel merupakan "organisasi teroris". Dia mengatakan Israel dijalankan oleh para penjahat perang.

Pengakuan Mengejutkan Mantan Pilot Militer AU Israel


Shapira keluar dari angkatan militer Israel tahun 2003 dengan pangkat terakhir sebagai kapten. Dia mundur karena menyaksikan kengerian Intifada Kedua.

Intifada adalah perlawanan rakyat Palestina terhadap Israel. Intifada Pertama terjadi tahun 1988 dan Intifada Kedua terjadi tahun 2000 silam.

Dilansir Anadolu Agency, Shapira mengungkap bahwa pada Intifada Kedua dia menyadari tengah menjadi bagian dari "organisasi teroris".

"Saya menyadari selama Intifada Kedua apa yang dilakukan Angkatan Udara Israel dan militer Israel adalah kejahatan perang," kata Shapira dalam wawancara dengan Anadolu Agency, dikutip Senin (24/5/2021).

Menurutnya, justru Israel-lah yang meneror Palestina. Nuraninya pun terusik dan dia akhirnya keluar. Shapira juga mengajak pilot lain agar keluar dari militer Israel.

"Ketika saya menyadarinya, saya memutuskan untuk tidak hanya pergi (dari militer Israel) tetapi untuk mengorganisasi pilot-pilot lain yang secara terbuka menolak untuk ikut serta dalam kejahatan ini," tambah Shapira.

Shapira menjelaskan bahwa sebagai anak yang tumbuh dan besar di Israel, dia sejak kecil dicekoki dengan doktrin Zionis militeristik. Anak-anak Israel sama sekali tidak mengetahui tentang penindasan di Palestina.

“Anda hampir tidak tahu apa-apa tentang Palestina, Anda tidak tahu tentang Nakba (pengusiran warga Palestina dari rumahnya) pada 1948, Anda tidak tahu tentang penindasan yang sedang berlangsung," lanjut Shapira.

Langkah Shapira keluar dari militer Israel rupanya diikuti oleh sejumlah pilot. 27 pilot AU Israel keluar berkat ajakan Shapira. Mereka juga menolak melakukan kejahatan terhadap rakyat Palestina.

Sementara itu, konflik antara Israel dan Palestina saat ini masih terus terjadi, padahal baru beberapa hari yang lalu keduanya sepakat untuk gencatan senjata.

Semua bermula dari aparat Israel yang hendak mengusir penduduk Palestina di Sheikh Jarrah dan penyerangan terhadap warga Palestina yang beribadah di kompleks Masjid Al-Aqsa.

Hamas akhirnya meluncurkan ratusan roket. Hal ini membuat Israel memiliki alasan untuk membalas dengan dalih melindung warganya dari terorisme.